Background   

Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia cenderung sensitif terhadap suatu hal. Sehingga menimbulkan sikap-sikap yang merugikan banyak pihak seperti, keras kepala dengan opininya, menyalahkan opini orang lain, dan membuat individu berpikiran sempit, sehingga tidak bisa mengontrol sensitivitas diri dan memicu tindakan intoleran dan anarkis. Menurut Adi Prayitno selaku Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia menyatakan masyarakat Indonesia memiliki sensitivitas tinggi apabila ada pidato politik yang menyinggung isu berbau suku, ras, agama dan antar golongan. Hal ini diperkuat dengan data yang menunjukkan bahwa Indonesia memiliki angka cukup tinggi terkait potensi intoleransi terhadap kelompok yang tidak disukai yaitu 51% suvei tersebut dilakukan oleh Lembaga Survey Indonesia (LSI) dan didukung oleh UNWomen dan Wahid Foundation

JUDGES

Hits: 112